SAMBUTAN KEPALA MI MA’ARIF WIDORO DALAM RANGKA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 2026 / 1448 H
SAMBUTAN KEPALA MI MA’ARIF WIDORO
DALAM RANGKA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
TAHUN 2026 / 1448 H
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ.
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Yang kami hormati, para sesepuh, alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Widoro;
Yang kami hormati Bapak/Ibu Pengurus Komite MI Ma’arif Widoro;
Yang kami hormati Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan MI Ma’arif Widoro;
Yang kami hormati para orang tua/wali murid;
Serta anak-anakku tercinta, peserta didik MI Ma’arif Widoro yang saya banggakan.
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan dan kesempatan kepada kita semua, sehingga pada hari yang penuh berkah ini kita dapat bersama-sama mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026 / 1448 H.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau kelak di Yaumil Qiyamah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
BAPAK/IBU DAN ANAK-ANAKKU YANG DIRAHMATI ALLAH
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar kegiatan rutin tahunan.
Maulid hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempelajari perjalanan hidup beliau, memperbanyak shalawat, dan yang paling penting adalah meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21).
Ayat ini sangat penting bagi dunia pendidikan.
Artinya, ketika kita mendidik anak-anak, kita tidak hanya mengajarkan kepada mereka bagaimana menjadi anak yang pintar, tetapi juga bagaimana menjadi anak yang jujur, santun, sabar, amanah, penyayang, disiplin dan berakhlakul karimah.
Dan contoh terbaik dari semua itu adalah Rasulullah Muhammad SAW.
MAULID DAN RASA SYUKUR ATAS LAHIRNYA RASULULLAH
Hadirin yang berbahagia,
Mungkin ada yang bertanya:
“Apakah ada dalil khusus yang memerintahkan umat Islam mengadakan perayaan Maulid Nabi?”
Jawabannya, tidak terdapat hadis sahih yang secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk menyelenggarakan perayaan Maulid pada tanggal tertentu.
Namun, terdapat dalil yang menunjukkan bahwa hari kelahiran Rasulullah SAW memiliki makna yang istimewa bagi beliau sendiri.
Dalam Shahih Muslim, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab:
فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
“Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku.”
(HR. Muslim).
Perhatikan hadirin sekalian.
Rasulullah SAW sendiri mengaitkan hari Senin dengan hari kelahiran beliau dan turunnya wahyu.
Maka para ulama kemudian memahami bahwa mengingat dan mensyukuri nikmat kelahiran Rasulullah dapat dilakukan melalui berbagai amal kebaikan, selama tidak bertentangan dengan syariat.
DALIL TENTANG KEGEMBIRAAN ATAS RAHMAT ALLAH
Allah SWT juga berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.”
(QS. Yunus: 58).
Rasulullah SAW adalah rahmat bagi seluruh alam.
Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107).
Maka kegembiraan umat Islam atas kelahiran Rasulullah hendaknya diwujudkan dalam bentuk yang positif: bershalawat, membaca Al-Qur’an, mempelajari sirah Nabi, bersedekah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
PERINTAH BERSHALAWAT KEPADA NABI
Bapak/Ibu dan anak-anakku yang saya cintai,
Allah SWT bahkan secara tegas memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56).
Karena itu, salah satu amalan yang sangat baik dalam kegiatan Maulid adalah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
PENDAPAT IMAM AS-SUYUTHI TENTANG MAULID
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Para ulama juga memberikan pandangan mengenai peringatan Maulid.
Di antaranya adalah Imam Jalaluddin as-Suyuthi, ulama besar dalam khazanah Islam.
Beliau menjelaskan bahwa kegiatan Maulid yang diisi dengan berkumpul, membaca Al-Qur’an, menceritakan kisah kelahiran dan perjalanan Nabi, kemudian memberikan makanan atau sedekah, termasuk bentuk bid’ah hasanah karena di dalamnya terdapat unsur mengagungkan Rasulullah dan menunjukkan kegembiraan atas kelahiran beliau.
Dengan demikian, yang perlu kita perhatikan bukan sekadar nama acaranya, tetapi apa isi dan tujuan kegiatan tersebut.
Kalau Maulid diisi dengan:
shalawat → baik,
membaca Al-Qur’an → baik,
mendengarkan pengajian → baik,
mempelajari sejarah Rasulullah → baik,
bersedekah → baik,
menyambung silaturahmi → baik,
mengajarkan akhlak Nabi kepada anak-anak → baik.
Maka kegiatan Maulid menjadi sebuah majelis yang menghimpun berbagai amal kebaikan.
Pandangan mengenai hal ini juga dijelaskan dalam kajian resmi MUI yang menyebutkan bahwa peringatan Maulid dapat dilakukan sebagai bid’ah hasanah apabila diisi dengan amal-amal kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadis.
MAULID BUKAN SEKADAR SEREMONIAL
Bapak/Ibu yang saya hormati,
Ada satu hal yang sangat penting.
Jangan sampai kita memperingati Maulid Nabi setiap tahun, tetapi akhlak kita tidak berubah.
Jangan sampai kita membaca sejarah Rasulullah, tetapi tidak mengikuti akhlak beliau.
Jangan sampai kita memperbanyak shalawat, tetapi masih suka berkata kasar.
Jangan sampai kita mengaku mencintai Nabi, tetapi tidak mau mengikuti sunnah dan ajaran beliau.
Karena ukuran kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya ucapan.
Allah SWT berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
“Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
(QS. Ali ‘Imran: 31).
Maka cinta kepada Rasulullah harus melahirkan keteladanan.
UNTUK ANAK-ANAKKU PESERTA DIDIK MI MA’ARIF WIDORO
Anak-anakku yang saya banggakan,
Kalau kalian benar-benar mencintai Nabi Muhammad SAW, maka mulai hari ini mari kita buktikan dengan perilaku.
Kalau Nabi Muhammad mengajarkan kejujuran, maka kita harus jujur.
Kalau Nabi mengajarkan kasih sayang, maka kita harus menyayangi teman.
Kalau Nabi mengajarkan menghormati orang tua, maka kita harus berbakti kepada orang tua.
Kalau Nabi mengajarkan menghormati guru, maka kita harus santun kepada guru.
Kalau Nabi mengajarkan kebersihan, maka kita harus menjaga kebersihan madrasah.
Kalau Nabi mengajarkan persaudaraan, maka kita tidak boleh saling mengejek dan membully.
Dan kalau Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk menjadi umat yang berilmu, maka kalian harus rajin belajar.
Jadilah anak-anak MI Ma’arif Widoro yang:
Pintar ilmunya,
baik akhlaknya,
kuat imannya,
tinggi prestasinya,
dan peduli terhadap lingkungannya.
MAULID DAN VISI MI MA’ARIF WIDORO
Bapak/Ibu yang kami hormati,
Peringatan Maulid Nabi ini juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan visi MI Ma’arif Widoro:
“TERBENTUKNYA PESERTA DIDIK YANG BERIMAN, BERTAQWA, BERPRESTASI, BERAKHLAKUL KARIMAH, SERTA CINTA LINGKUNGAN.”
Rasulullah SAW adalah teladan dalam semua nilai tersebut.
Beliau mengajarkan iman dan ketakwaan.
Beliau memberikan contoh akhlakul karimah.
Beliau mendorong umatnya untuk mencari ilmu.
Beliau mengajarkan kepedulian kepada sesama manusia.
Dan beliau juga mengajarkan agar manusia tidak membuat kerusakan di muka bumi.
Maka, melalui Maulid Nabi ini, mari kita wujudkan madrasah yang bukan hanya mencetak anak-anak yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan kepedulian terhadap lingkungan.
MARI JADIKAN MAULID SEBAGAI TITIK PERUBAHAN
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan Maulid Nabi tahun 2026 ini sebagai titik perubahan.
Guru menjadi semakin sabar dalam mendidik.
Orang tua semakin sabar dalam membimbing anak.
Anak-anak semakin rajin belajar dan beribadah.
Masyarakat semakin memperkuat persaudaraan.
Dan seluruh keluarga besar MI Ma’arif Widoro semakin mencintai Rasulullah SAW.
Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:
“Sudahkah akhlak Rasulullah terlihat dalam diri kita?”
Kalau jawabannya belum, maka Maulid hari ini harus menjadi awal untuk berubah.
PENUTUP
Bapak/Ibu dan anak-anakku yang saya cintai,
Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai kegiatan tahunan, tetapi sebagai gerakan untuk menghidupkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita.
Mari kita perbanyak shalawat.
Mari kita pelajari sirah Rasulullah.
Mari kita cintai Nabi Muhammad SAW.
Mari kita teladani akhlaknya.
Mari kita hormati orang tua dan guru.
Mari kita sayangi sesama.
Mari kita jaga madrasah dan lingkungan.
Dan mari kita jadikan MI Ma’arif Widoro sebagai madrasah yang melahirkan generasi beriman, bertakwa, berprestasi, berakhlakul karimah, serta cinta lingkungan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada MI Ma’arif Widoro, kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan, kepada para orang tua, kepada seluruh peserta didik, dan kepada masyarakat Desa Widoro.
Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin bertambah.
Semoga shalawat kita diterima Allah SWT.
Dan semoga kita semua kelak mendapatkan syafaat Rasulullah Muhammad SAW.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kepala MI Ma’arif Widoro
Anwar Syatibi, S.Pd.I.


Komentar
Posting Komentar