MENJEMPUT CITA DI LERENG WIDORO

 

MENJEMPUT CITA DI LERENG WIDORO

Oleh : MI Ma’arif Widoro Chanel

 

Di kaki pegunungan Karangsambung yang sejuk nan hijau, tepatnya di Jl. Widoro Payung RT 01/RW 05, Desa Widoro, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, berdiri sebuah madrasah yang telah menorehkan jejak panjang dalam dunia pendidikan keislaman: Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Widoro namanya. Madrasah ini didirikan pada tahun 1968, madrasah ini menjadi pusat pendidikan dan pembinaan karakter bagi anak-anak di wilayah pegunungan yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai buruh tani, dengan kondisi sosial ekonomi menengah ke bawah.

Madrasah Tua, Semangat yang Tak Pernah Pudar

Meski berdiri di tengah keterbatasan, MI Ma’arif Widoro tidak pernah kehilangan semangat untuk mencerdaskan generasi bangsa. Di bawah kepemimpinan Bapak Anwar Syatibi, S.Pd.I., madrasah ini terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bermartabat. Gedung sederhana dan sarana terbatas tidak menjadi penghalang bagi guru-guru yang berdedikasi tinggi untuk menanamkan nilai-nilai keislaman (tafaquh Fiddiin), ilmu pengetahuan, dan akhlakul karimah kepada para siswanya.

Salah satu aspek penting yang selama ini menjadi perhatian besar adalah perpustakaan. Sebelum tahun 2025, perpustakaan MI Ma’arif Widoro hanya berupa ruangan kecil dengan pencahayaan yang kurang, rak buku seadanya, serta koleksi bacaan yang terbatas. Namun, keadaan itu tidak menyurutkan tekad Ibu Kholifah, A.Ma.Pust, selaku kepala perpustakaan “Al-Miftah”, untuk terus menggerakkan budaya literasi di kalangan siswa-siswinya dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.

 

Cahaya Harapan dari BAZNAS RI

Tahun 2025 menjadi titik balik penuh berkah bagi MI Ma’arif Widoro. Melalui Program Madrasah Layak Belajar yang didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), madrasah ini mendapatkan bantuan renovasi perpustakaan. Bantuan tersebut berupa pengadaan rak buku baru, meja baca, serta koleksi buku-buku nonpelajaran yang menarik dan edukatif.

Kabar gembira itu disambut penuh syukur oleh seluruh warga madrasah. Bantuan dari BAZNAS RI ini tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga membangkitkan semangat baru untuk belajar dan membaca. Renovasi dilakukan secara gotong royong, melibatkan guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Para wali murid membantu mengecat dinding dan menata ruang, sementara anak-anak ikut membantu memindahkan buku-buku lama ke rak baru.

Kini, perpustakaan MI Ma’arif Widoro tampil dengan wajah yang jauh lebih cerah dan nyaman. Rak buku baru berjejer rapi di sepanjang dinding, meja baca yang kokoh siap menampung aktivitas belajar, dan koleksi buku-buku nonpelajaran kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para murid. Suasana yang dulu sepi kini berubah menjadi hidup penuh tawa, diskusi, dan semangat membaca.

 Perpustakaan Hidup, Literasi yang Bertumbuh

Berkat dukungan BAZNAS RI, budaya literasi di MI Ma’arif Widoro mengalami perkembangan pesat. Setiap hari, anak-anak datang ke perpustakaan untuk membaca buku cerita, ensiklopedia, atau kisah-kisah Islami. Buku-buku nonpelajaran menjadi jendela dunia bagi mereka, memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu.

Menurut Ibu Kholifah, A.Ma.Pust, “Dulu anak-anak enggan datang ke perpustakaan karena tempatnya kurang nyaman. Sekarang, setiap jam istirahat mereka berlomba membaca. Ada yang duduk di meja, ada yang membaca sambil lesehan. Ini sungguh perubahan besar yang menggembirakan.”

Para guru pun memanfaatkan perpustakaan untuk kegiatan pembelajaran berbasis literasi. Mereka mengajak siswanya menulis ringkasan bacaan, berdiskusi isi buku, hingga bercerita kembali di depan kelas. Bahkan, madrasah kini mengadakan Pekan Literasi dan Lomba Cerita Buku Nonpelajaran sebagai agenda rutin tahunan.

Dari Bantuan Menuju Kemandirian

Kepala madrasah, Bapak Anwar Syatibi, S.Pd.I., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI atas perhatian dan dukungan nyata terhadap pendidikan madrasah di pelosok daerah. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini menjadi motivasi kuat bagi MI Ma’arif Widoro untuk terus berkembang menuju madrasah yang mandiri, berprestasi, dan berdaya saing, sesuai dengan semangat Asta Cita Kementerian Agama.

Sebagai tindak lanjut, madrasah merencanakan berbagai program lanjutan, seperti:

·  Gerakan Literasi 15 Menit Sebelum Pelajaran dimulai

·  Pojok Baca di setiap Kelas

·  Pelatihan Literasi Digital untuk Guru dan Siswa

·  Kolaborasi dengan Komunitas Literasi Lokal

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperluas dampak positif bantuan BAZNAS RI dan menumbuhkan ekosistem literasi yang berkelanjutan.

 Jejak Inspiratif dari Lereng Widoro

Perjalanan MI Ma’arif Widoro sejak tahun 1968 hingga kini adalah kisah nyata tentang perjuangan, harapan, dan keberkahan. Dari madrasah sederhana di daerah pegunungan, tumbuh semangat besar untuk menghadirkan pendidikan yang layak bagi anak bangsa. Bantuan renovasi perpustakaan dari BAZNAS RI, lengkap dengan rak buku, meja baca, dan buku-buku nonpelajaran, telah membuka lembaran baru dalam sejarah madrasah ini.

Kini, setiap halaman buku yang dibuka siswa adalah simbol perubahan dari keterbatasan menuju kemajuan, dari kesederhanaan menuju keberdayaan. Dari Widoro, di lereng Karangsambung, cahaya literasi itu tumbuh dan menyinari masa depan anak-anak bangsa. Inilah wujud nyata sinergitas antara BAZNAS RI, masyarakat, dan madrasah dalam menjemput cita menuju Madrasah Layak Belajar dan Berprestasi Menuju Asta Cita.

#AstaCita

#MadrasahLayakBelajar

#BAZNAS 

#InspirasiPendidikan 

#ZakatUntukPendidikan 

#Mimawidoro

#CeritaMadrasah 

#PendidikanUntukSemua

 

 

Widoro, 08-10-2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dewan Guru dan Siswa-Siswi MI Ma’arif Widoro Ikuti Apel Hari Santri Nasional 2025 di Alun-Alun Pancasila Kebumen

LCTP Kwaran Karangsambung 2025

Literasi Kegiatan TPQ “Al-Ikhlas” MI Ma’arif Widoro